Total Pageviews

Friday, May 6, 2011

Berkarir di Asuransi???? Hm.....


Dunia asuransi sebagai peluang usaha

Pada saat ini banyak sekali orang yang tertarik baik berkarir atau melakukan bisnis sampingan sebagai agen asuransi. Hal ini dilihat dari beberapa faktor yang mendukung yakni, pangsa pasar asuransi yang sangat luas, dunia kerja yang sangat fleksibel dan tidak adanya resiko didalamnya. Bekerja di dunia asuransi seperti berkerja di dunia wirausaha yang tidak dibutuhkan modal, kita dapat mengembangkan usaha ini baik dari segi volume of business atau volume of men power. Dimana kedua point tersebut aman mendatangkan profit return

Mengapa seseorang lebih memilih berkerja di asuransi?

Tidak memerlukan modal
Berkerja didunia asuransi tidaklah dibutuhkan modal yang besar, hal ini dikarenakan seorang agen tidak perlu mengeluarkan modal awal atau mengeluarkan biaya pendidikan / pelatihan sebelum mereka berkerja untuk mendapatkan ilmu asuransi. Asuransi adalah bidang yang sangat universal dimana semua orang dapat dengan mudah terjun didalamnya dan menguasai pekerjaan yang dilakukan.

Tidak dibutuhkan pengalaman
Berkerja didunia asuransi tidak dibutuhkan pengalaman karena tidak bersifat spesialis. Berkerja didunia asuransi hanya dibutuhkan bakat bercerita dan berbagi kenapa pentingnya asuransi didalam suatu wealth management kepada sesame sehingga orang sadar dan mengerti fungsi dari asuransi itu sendiri. Suatu profesi yang sangat mudah karena bisa dilakukan oleh setiap orang dan dibutuhkan karena fungsinya.

Tidak memiliki resiko
Karena tidak memerlukan modal awal yang dikeluarkan, atau biaya-biaya tambahan dalam melakukan profesi ini maka disimpulkan tidak memiliki resiko financial. Disamping itu terjadinya dealing contract antara nasabah dan perusahaan diluar dari keterlibatan si agen asuransi. Agen asuransi hanya membantu nasabah untuk membukakan account polis kepada pihak asuransi sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan oleh nasabah.

Dibutuhkan oleh semua orang
Diketahui bahwa asuransi dibutuhkan oleh setiap golongan untuk menjaga wealth management mereka agar dapat terhindar dari resiko kerugain financial yang lebih besar. Oleh karena itu asuransi banyak sekali yang membutuhkannya. Selama umat manusia masih memberikan generasi maka selama itu juga dunia asuransi masih dibutuhkan oleh setiap orang dan generasi baru-nya.

Penghasilan tidak terbatas
Berkerja diasuransi seperti halnya berkerja menjadi seorang wirausaha, seorang agen asuransi dapat mengatur berapa dia ingin mendapatkan penghasilan setiap bulannya. Hal ini tergantung dari berapa dia ingin mencapai target dan kebutuhannya di suatu bulan sehingga dia tahu pada saat ini berapa banyak dia harus menghasilkan closing di setiap bulannya agar kebutuhannya tercapai. Dibandingkan dengan berkerja di perusahaan yg lebih terikat waktu kerja, dan upah lembur yang tidak sepadan dengan apa yg di impikan, bidang asuransi lebih memudahkan seseorang dari permasalahan semua itu. Waktu kerja yang fleksible, penghasilan yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan setiap bulannya membuat seseorang menyukai profesi ini sebagai gaya ber wirausaha yang baru.



Bagaimana perbandingan berkarir di asuransi dengan lainnya

Pegawai :
  • Waktu kerja terikat
  • Masa depan tergantung tempat berkerja
  • Pendapatan tertentu

Professional :
  • Tidak tergantung orang lain
  • Dibutuhkan spesialis dan pengalaman
  • Kemajuan sangat terhantung determinasi diri’

Wirausaha :
  • Waktu kerja flexible
  • Tidak tergantung orang lain
  • Perlu pengalaman dan modal utama
  • Resiko tinggi

Investor :
  • Waktu berkerja yg flexible
  • Passive income
  • Modal utama yang besar.



Pangsa pasar dunia asuransi

Setelah kita mengetahui banyaknya orang yang membutuhkan asuransi maka selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah seberapa besarkah pangsa pasar asuransi di berbagai dunia. Di Jepang kesadaran orang akan berasuransi amatlah tinggi sehingga mencapai angka 300%, hal ini diindikasikan dengan hampir setiap orang jepang masing masing memiliki 3 polis asuransi untuk benar-benar menjamin keamanan dan kenyamanan mereka dalam mengembangkan wealth management. Kemudian Amerika Serikat sebesar 96%, disusul oleh Singapore 75% dan kemudian Malaysia 40%.


Bagaimana di Indonesia?


Kesadaran masyarakat Indonesia yang berasuransi masih kurang dari 5%, sedangkan rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya sebesar 2,5% atau sama dengan perkiraan 6 juta jiwa setiap tahunnya (Sumber: AAJI, 2007). Oleh karena itu peluang sukses untuk berkarir di bidang asuransi di Indonesia masih amat sangat besar. Hal ini disebabkan sebagian besar (95%) mayarakat Indonesia masih belum sadar akan pentingnya berasuransi.
Di situlah kita sebagai perencana keuangan di bidang asuransi dapat mengambil peran yang besar dalam memberikan pengetahuan dan kesadaran tanggung jawab kepada masyarakat akan pentingnya peranan asuransi dalam menjamin tercapainya cita-cita finansial mereka di masa yang akan datang.

No comments:

Post a Comment